Jakarta (CVTOGEL)– Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus memperkuat ekosistem industri sawit nasional. Melalui program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan lewat pelatihan, promosi. Hingga dukungan sertifikasi produk turunan sawit agar memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari workshop pemanfaatan produk turunan sawit di Yogyakarta, pelatihan budidaya bagi petani sawit di Kalimantan Timur, hingga penguatan kapasitas pembibitan sawit skala UMKM dan koperasi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin pelaku UMKM dan koperasi mandiri, tidak hanya mengandalkan hasil tandan buah segar, tapi juga mampu mengembangkan produk turunan bernilai tambah,” ujar perwakilan BPDPKS.

Tak hanya itu, BPDPKS juga aktif mempromosikan produk UMKM sawit dalam berbagai pameran nasional. Produk binaan BPDPKS bahkan meraih penghargaan dalam Indokraf Expo 2025 serta tampil dalam Indonesia Tourism & Trade Investment Expo dengan katalog 100 produk UMKM sawit unggulan.

Di sisi lain, BPDPKS menggandeng lembaga seperti Balai Besar Standardisasi dan Jasa Industri Kimia dan Barang (BBSPJIKB) untuk mendorong pelaku UMKM menerapkan standar SNI dan sertifikasi halal. Dukungan riset dan inovasi juga digalakkan guna meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor sawit sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Meski begitu, tantangan masih ada, terutama terkait keterbatasan modal, akses bahan baku, serta skala produksi UMKM yang masih kecil. BPDPKS menegaskan akan terus melakukan pendampingan agar UMKM sawit mampu naik kelas.

Dengan strategi tersebut, ekosistem sawit nasional diharapkan tidak hanya bertumpu pada hulu perkebunan, tetapi juga berkembang di sektor hilir berbasis UMKM yang mampu membuka lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi masyarakat.