Batam (cvtogel login)– Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau seluruh Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di Kota Batam agar segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Instruksi ini dikeluarkan menyusul kasus keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.
Kepala BGN menegaskan, sertifikasi tersebut menjadi syarat penting agar dapur pengolahan makanan di setiap SPPG benar-benar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. “Dengan adanya SLHS, kita memastikan kualitas sanitasi dan higiene terjamin, sehingga tidak lagi terjadi kasus keracunan,” ujarnya.
Persyaratan SLHS
SLHS diterbitkan oleh Dinas Kesehatan setempat setelah melalui pengecekan berbagai aspek, mulai dari kualitas air, fasilitas sanitasi, instalasi pembuangan limbah, ventilasi dapur, hingga pelatihan bagi penjamah makanan. Proses pengurusan dilakukan melalui pengajuan permohonan resmi ke Dinkes, disertai verifikasi lapangan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau sebelumnya juga menegaskan bahwa seluruh dapur MBG wajib memiliki SLHS paling lambat Oktober 2025. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan, kini tengah menyederhanakan mekanisme penerbitan sertifikat agar SPPG tidak terkendala urusan administratif.
Upaya Pencegahan
Kasus keracunan yang dialami puluhan siswa di Kepulauan Riau menjadi peringatan serius bagi penyelenggara MBG. Pemerintah pun mendorong langkah pengawasan yang lebih ketat, termasuk melalui penerapan tiga sertifikasi utama: SLHS, sertifikat penjamah makanan, dan sertifikasi laik operasional.
“SPPG di Batam jangan menunda. Segera lengkapi syarat, ajukan ke Dinkes, dan pastikan dapur masing-masing terstandarisasi. Ini demi keselamatan anak-anak kita,” ujar perwakilan BGN.
Dengan percepatan pengurusan SLHS, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi pelajar di Batam maupun wilayah lain di Indonesia.
