Petani Sawit

Aceh – Meski banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Aceh telah surut, para petani kelapa sawit masih menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kebun mereka. Genangan air yang berlangsung selama beberapa hari hingga pekan menyebabkan kerusakan pada tanaman, menurunkan produktivitas, hingga mengancam pendapatan petani.

Sejumlah petani mengaku tanaman sawit mereka mengalami stres akibat terendam air terlalu lama. Kondisi ini membuat daun menguning, buah membusuk, bahkan ada tanaman yang mati. Selain itu, akses ke kebun yang rusak akibat banjir juga menyulitkan petani dalam melakukan perawatan maupun panen.

“Sekarang air memang sudah surut, tapi dampaknya masih terasa. Banyak pohon yang rusak dan hasil panen pasti menurun,” ujar salah satu petani di wilayah terdampak.

Tidak hanya itu, infrastruktur pendukung seperti jalan kebun dan saluran drainase juga mengalami kerusakan. Hal ini memperlambat proses pemulihan karena distribusi hasil panen menjadi terhambat.

Para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk bibit, pupuk, maupun perbaikan infrastruktur. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mempercepat pemulihan dan menjaga keberlanjutan usaha perkebunan sawit di daerah tersebut.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan tengah melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk koordinasi dengan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan kepada petani terdampak.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, petani diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Mereka juga mulai melakukan berbagai upaya mandiri, seperti membersihkan kebun dan memperbaiki saluran air, agar tanaman dapat kembali tumbuh optimal.

Meski menghadapi berbagai kesulitan, para petani tetap optimistis dapat bangkit dan memulihkan kebun mereka secara bertahap.

 Klik Disini Untuk Berita terbaru berikutnya