Jakarta, 30 September 2025 (cvtogel daftar) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif. Di tengah sentimen pasar yang mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan kebijakan moneter. Sejumlah faktor positif dan risiko eksternal menjadi penentu arah indeks dalam beberapa waktu ke depan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi triwulan II-2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan, meski pada triwulan I hanya tumbuh 4,87 persen dengan kontraksi –0,98 persen dibanding kuartal sebelumnya. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga ekosistem pertumbuhan, sementara pelaku pasar menanti efektivitas stimulus fiskal yang akan digulirkan.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menegaskan kesiapannya menggunakan seluruh instrumen secara “bold” untuk menstabilkan rupiah. Stabilitas nilai tukar dianggap krusial mengingat defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar di kisaran 0,5–1,3 persen PDB. Tekanan pada rupiah berpotensi memengaruhi arus modal asing serta sektor korporasi yang bergantung pada impor.
Sementara itu, inflasi yang cenderung rendah bahkan sempat mencatat deflasi tahunan pada Februari 2025 memberi ruang pelonggaran suku bunga. Namun, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan lemahnya permintaan domestik. “IHSG masih bisa terangkat bila arus beli asing berlanjut, apalagi proyeksi indeks kembali menembus level 8.000 cukup terbuka,” ujar seorang analis pasar modal.
Meski demikian, risiko volatilitas tetap membayangi. Kenaikan suku bunga global, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian fiskal disebut dapat membatasi penguatan. Analis memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi 7.700–8.100, dengan skenario optimistis mampu menembus 8.300, sementara tekanan negatif bisa membawa indeks mendekati 7.500.
Dengan demikian, pasar diperkirakan akan terus mencermati rilis data ekonomi domestik, pergerakan rupiah, serta arah kebijakan moneter global sebagai katalis utama pergerakan IHSG dalam waktu dekat.
