Batam (togel resmi 2025) – Sebanyak 6.945 pekerja sektor informal di Batam resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Batam Nagoya. Program yang diresmikan pada 11 Juni 2025 ini menjadi yang pertama di Indonesia, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Batam.

Perlindungan untuk Pekerja Transportasi

Peserta program berasal dari berbagai sektor transportasi informal, antara lain Gojek (2.639 orang), Grab (3.910 orang), Maxim (297 orang), Shopee (229 orang), penambang boat pancung (21 orang), dan penarik becak kayuh (49 orang).

Mereka akan mendapat perlindungan melalui dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Besaran iuran yang ditetapkan hanya Rp16.800 per orang per bulan, dengan rincian Rp10.000 untuk JKK dan Rp6.800 untuk JKM. Seluruh iuran tersebut ditanggung oleh Pemerintah Kota Batam.

Anggaran dan Tujuan Program

Untuk periode Juni hingga Desember 2025, Pemkot Batam menyiapkan anggaran sekitar Rp816 juta guna membiayai program ini. Wali Kota Batam menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.

“Program ini diharapkan menjadi model nasional dalam mewujudkan jaminan sosial inklusif, khususnya bagi pekerja informal di sektor transportasi,” ujar perwakilan BPJSTK Batam Nagoya.

Bagian dari Instruksi Presiden

Inisiatif ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan, pekerja informal di Batam tidak hanya lebih tenang dalam bekerja, tetapi juga memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kecelakaan maupun musibah kematian.

Inovasi Layanan Digital

Selain program perlindungan kolektif, BPJSTK Batam Nagoya juga terus berinovasi lewat digitalisasi layanan. Melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile), peserta dapat melakukan pendaftaran, cek saldo, klaim manfaat hingga Rp10 juta secara online, serta mengakses berbagai fitur tambahan seperti kartu digital, top-up e-wallet, dan job center.

Harapan ke Depan

Dengan keberhasilan Batam sebagai daerah percontohan, BPJSTK berharap program serupa dapat diadopsi di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak pekerja informal yang mendapatkan jaminan sosial.