Jakarta, 15 Oktober 2025 (CVTOGEL DAFTAR) – Maskapai nasional Garuda Indonesia (GIAA) resmi merombak jajaran direksi dan dewan komisarisnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (15/10). Salah satu nama baru yang menarik perhatian publik adalah Frans Dicky Tamara, mantan pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan (Kemhan), yang kini dipercaya menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia.


Latar Belakang dan Pendidikan

Frans Dicky Tamara lahir di Manado pada tahun 1966. Ia menamatkan pendidikan sarjana (S-1) di Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Karier akademisnya berlanjut ketika memperoleh kesempatan tugas belajar dari Markas Besar TNI untuk meraih gelar Magister Manajemen (S-2) di Universitas Krisnadwipayana.

Selain pendidikan formal, Frans Dicky Tamara juga menempuh berbagai pelatihan profesional di bidang keuangan, manajemen, dan akuntansi militer, termasuk di Pusdik Keuangan, Pusdiklat Manajemen, serta Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).


Karier di TNI dan Kementerian Pertahanan

Karier militer Frans Dicky Tamara dimulai di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya dalam bidang administrasi dan keuangan. Ia menempati berbagai posisi strategis seperti Kepala Subbagian Program (Bagprog Setditkuad), serta pernah bertugas di unit keuangan Kostrad.

Perjalanan kariernya di Kementerian Pertahanan (Kemhan) terbilang panjang dan konsisten. Ia pernah menjabat sebagai:

  • Analis Madya Bidang Akuntansi (2016–2018),

  • Kepala Bagian Tata Usaha di Pusat Pelaporan dan Pembinaan Keuangan Pertahanan (2018–2021),

  • Auditor Madya di Inspektorat Jenderal Kemhan (2021),

  • Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan, dan terakhir

  • Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan (Karorenku) Setjen Kemhan mulai April 2023 hingga awal 2025.

Selama menjabat di posisi tersebut, ia dikenal aktif dalam proses penyusunan, pengawasan, dan pelaporan keuangan Kemhan. Di bawah kepemimpinannya, laporan keuangan Kemhan terus mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama bertahun-tahun berturut-turut sejak 2018.

Pada Januari 2025, Frans Dicky Tamara resmi menyerahkan jabatan Karorenku kepada Kolonel Cku Heru Purwanto dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan.


Menjadi Komisaris Garuda Indonesia

RUPS Luar Biasa Garuda Indonesia 2025 menetapkan susunan baru dewan komisaris sebagai berikut:

  • Fadjar Prasetyo sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen,

  • Chairal Tanjung sebagai Komisaris,

  • Frans Dicky Tamara sebagai Komisaris,

  • dan Mawardi Yahya sebagai Komisaris Independen.

Penunjukan Frans Dicky Tamara dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta disiplin keuangan di tubuh Garuda. Pengalaman panjangnya di bidang perencanaan anggaran, audit, dan manajemen keuangan negara diharapkan membawa nilai tambah bagi transformasi keuangan maskapai pelat merah tersebut.


Figur Profesional dan Disiplin

Rekan-rekan di lingkungan Kemhan mengenal Frans Dicky Tamara sebagai sosok yang profesional, tegas, dan fokus pada akuntabilitas publik. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya transparansi, pengawasan internal, dan integritas aparatur negara sebagai fondasi dalam pengelolaan anggaran pertahanan.

Nilai-nilai tersebut kini dibawa ke dunia korporasi, di mana Garuda tengah melanjutkan proses pemulihan pascakrisis dan restrukturisasi utang yang panjang. Kehadirannya di dewan komisaris diharapkan memperkuat fungsi pengawasan keuangan dan tata kelola perusahaan.


Penutup

Dengan latar belakang militer yang kuat dan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang keuangan pertahanan, Frans Dicky Tamara menjadi salah satu figur penting yang akan berperan dalam memperkuat arah kebijakan dan pengawasan di Garuda Indonesia.

Meski belum banyak berbicara ke publik, langkahnya menandai kolaborasi baru antara kalangan birokrat dan korporasi pelat merah untuk memperkuat tata kelola BUMN penerbangan nasional.