Kesetrum adalah kondisi ketika seseorang tersengat listrik saat melakukan kontak langsung dengan benda yang memiliki arus listrik. Hal ini dapat menimbulkan luka bakar karena adanya perubahan energi listrik menjadi energi panas. Lantas, bagaimana pertolongan pertama untuk menangani luka bakar akibat sengatan listrik? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Luka bakar akibat sengatan listrik merupakan kerusakan jaringan pada permukaan kulit yang disebabkan oleh trauma listrik. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan benda-benda yang memiliki arus listrik, sehingga energi listrik tersebut akan berubah menjadi energi panas.

Luka bakar listrik merupakan luka bakar berat yang memerlukan perawatan intens di fasilitas kesehatan yang memiliki sarana pelayanan luka bakar yang memadai.

Penyebab Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Penyebab utama luka bakar akibat sengatan listrik adalah kontak langsung antara kulit dengan sumber aliran listrik. Berdasarkan penyebabnya, trauma luka bakar karena sengatan listrik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya sebagai berikut:

  • Voltase rendah (<1000 V), biasanya disebabkan oleh listrik rumah tangga, seperti stopkontak, alat kejut listrik (taser), dan lain sebagainya.
  • Voltase tinggi (>1000 V), terjadi akibat tersengat kabel listrik tegangan tinggi.
  • Tersambar petir.

Hal tersebut cenderung rentan terjadi pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Cuaca buruk dan bencana alam, seperti hujan badai atau banjir.
  • Pohon tumbang yang mengenai kabel tiang listrik.
  • Kebakaran.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Kecelakaan di tempat kerja, misalnya di konstruksi bangunan.
  • Kesalahan saat memperbaiki peralatan elektronik, kabel, atau alat-alat listrik lainnya.

Sementara untuk efek sengatan yang ditimbulkan bisa berbeda-beda, tergantung dari ukuran tubuh, kekuatan tegangan atau voltase, serta berapa lama korban tersengat listrik.

Gejala Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Luka bakar pada sengatan listrik biasanya tidak dapat dibedakan dengan luka bakar termal (disebabkan oleh panas atau api). Namun, pada beberapa luka bakar sengatan listrik memiliki pola yang khas, yaitu adanya luka bakar saat aliran listrik masuk dan keluar dari tubuh. Misalnya, tangan penderita mungkin mengalami luka bakar akibat kontak dengan sumber listrik. Listrik tersebut akan mengalir melalui tubuh dan dapat menyebabkan cedera organ dalam.

Kemudian, aliran listrik akan mencari jalan keluar (biasanya melalui kaki) dan menyebabkan luka bakar. Pasien-pasien ini secara khusus berisiko mengalami kerusakan jantung jika jalur arus listrik melintasi jantung.

Selain luka bakar, kesetrum juga bisa disertai dengan beberapa gejala lain, di antaranya sebagai berikut:

  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Sakit kepala.
  • Kerusakan otot dan saraf
  • Sesak napas.
  • Sakit perut.
  • Denyut nadi melemah.
  • Jantung berdebar atau henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).

Sementara itu, penderita juga bisa dicurigai mengalami cedera inhalasi (trauma pada saluran pernapasan) setelah tersengat listrik apabila mengeluhkan beberapa gejala berikut ini:

  • Luka bakar mengenai wajah dan/atau leher.
  • Alis mata dan rambut hidung terbakar.
  • Terdapat deposit karbon pada mulut dan/atau hidung, serta sputum (carbonaceous sputum).
  • Terdapat tanda-tanda radang akut di area mulut dan tenggorokan, seperti eritema (bercak kemerahan pada kulit karena melebarnya pembuluh darah).
  • Suara serak.
  • Kadar carboxyhemoglobin lebih dari 10%.
  • Penurunan kesadaran.

Penderita juga dapat mengalami cedera akibat jatuh dari sengatan listrik, seperti patah tulang panjang, patah tulang belakang, atau dislokasi sendi (biasanya dislokasi bahu posterior).

Diagnosis Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis meliputi tipe arus listrik, besar tegangan, lingkungan tempat kejadian (ruangan terbuka atau tertutup, suhu, dan risiko terjatuh), serta kondisi medis lain seperti penyakit jantung dan hamil.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk menilai luka bakar pada kulit dan kemungkinan cedera organ dalam. Dokter akan menentukan derajat keparahan luka bakar yang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Luka bakar derajat 1

Kerusakan jaringan kulit yang terjadi hanya mengenai epidermis (lapisan kulit terluar).

  • Luka bakar derajat 2

Kerusakan mencapai lapisan kulit terluar (epidermis) dan sebagian lapisan kulit tengah (dermis).

  • Luka bakar derajat 3

kerusakan hingga lapisan kulit terdalam, mengenai seluruh lapisan epidermis, dermis, dan bawah dermis (hipodermis).

Selanjutnya, dokter juga akan menentukan luas luka bakar menggunakan “rule of nines”, yaitu luas luka tubuh yang dinyatakan sebagai persentase terhadap luas permukaan tubuh (total body surface area/TBSA).

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui dampak sengatan listrik lainnya, seperti kejang, perdarahan otak, perubahan psikis, gangguan irama jantung, dan lain sebagainya. Beberapa prosedur pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah:

  • Tes darah. Beberapa pemeriksaan penunjang tes darah yang dapat dilakukan adalah seperti hitung darah lengkap, elektrolit, kreatinin, dan mioglobin untuk melihat fungsi ginjal serta kerusakan otot.
  • Elektrokardiogram (EKG). Pada kasus luka bakar listrik gangguan aritmia jantung dapat terjadi akibat listrik yang mengalir sehingga dibutuhkan pemantauan EKG. Pemantauan EKG dilakukan selama 24 jam pada kasus luka bakar listrik voltase tinggi, riwayat kehilangan kesadaran, dan hasil EKG yang tidak normal pada saat awal pemeriksaan.
  • Tes urine untuk memeriksa kadar mioglobin dalam urine.
  • USG untuk melihat kondisi organ dalam yang mengalami kerusakan.
  • CT scan untuk melihat adanya kerusakan di otak, terutama pada penderita yang mengalami penurunan kesadaran.
  • Foto rontgen untuk melihat patah tulang atau kelainan lain.

Cara Mengobati Luka Bakar Akibat Tersengat Listrik

Penanganan luka bakar karena sengatan listrik dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pertolongan pertama serta tindakan medis dari dokter. Secara umum, pengobatan pada pasien kesetrum akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

Pasien yang mengalami luka bakar dapat diberikan penanganan sesuai derajat luka yang dialaminya. Adapun penjelasan lengkap dari masing-masing penanganan luka bakar akibat tersengat listrik adalah sebagai berikut:

1.Pertolongan pertama pada luka bakar akibat sengatan listrik:

  • Segera mematikan sumber arus listrik dan melepaskan diri dari aliran listrik.
  • Membersihkan luka dengan air mengalir yang bersih atau air matang selama 15 menit.
  • Jika muncul lentingan, hindari memecahkan lentingan tersebut sendiri.
  • Menghindari mengoleskan pasta gigi, air dingin, es, atau zat lain pada luka bakar.
  • Tidak mengorek luka terbuka sendiri.
  • Menjaga kebersihan luka.
  • Mengonsumsi air putih yang cukup.
  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran.

2.Penanganan medis dari dokter:

  • Pemeriksaan jalan napas (airway), status pernapasan (breathing), dan sirkulasi cairan serta darah di dalam tubuh (circulation).
  • Memastikan tidak ada hambatan pada jalan napas pasien.
  • Mengevaluasi kondisi dinding dada atau diafragma pasien.
  • Mendengar dan merasakan suara napas pasien.
  • Memberikan terapi oksigen high flow 15 L menggunakan masker non-rebreathing.
  • Memberikan cairan kristaloid yang dihitung sesuai dengan luas luka bakar dan berat badan.
  • Mengevaluasi status gangguan saraf berulang selama masa pemulihan.
  • Pemasangan kateter urine untuk memantau jumlah dan warna urine.
  • Pemasangan nasogastric tube (NGT). Jika diperlukan, dokter juga dapat menggunakan suction terutama pada pasien yang mengalami mual, muntah, nyeri perut, atau terdapat luka bakar lebih dari 20%.

Selengkapnya Di Tvtogel 

  • Pemberian obat antibiotik sistemik spektrum luas dan obat analgesik.
  • Pemberian ATS (antitetanus serum) dan/atau toksoid untuk mencegah tetanus jika ditemukan indikasi.
  • Terapi nutrisi untuk mengembalikan fungsi normal fisiologis, mempertahankan massa otot, mencegah infeksi dan malnutrisi, mengoptimalkan proses penyembuhan luka, serta mengurangi morbiditas dan mortalitas.
  • Fasciotomy yang dilakukan bila ada indikasi tanda-tanda sindrom kompartemen.

Pencegahan Luka Bakar Akibat Sengatan Listrik

Langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah luka bakar akibat sengatan listrik adalah menghindari kontak langsung dengan listrik atau bahan yang dapat mengalirkan listrik. Selain itu, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya luka bakar karena sengatan listrik adalah:

  • Menggunakan sarung tangan karet jika harus kontak langsung dengan aliran listrik.
  • Tidak menggunakan peralatan listrik yang sudah rusak.
  • Segera mencabut perangkat listrik jika sudah selesai digunakan.
  • Menjauhi peralatan listrik dari air.
  • Tidak menggunakan perangkat listrik saat sedang berendam atau mandi.
  • Menggunakan sepatu bersol karet dan alat pelindung diri yang tepat jika bekerja sebagai teknisi listrik.

 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter lewat layanan Telekonsultasi jika Anda atau orang terdekat mengalami luka bakar karena tersengat listrik.